
Denpasar, 4 Mei 2026 — Sebanyak 75 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Balai Bahasa Provinsi Bali pada Senin (4/5). Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai pelindungan, pengembangan, dan pembinaan bahasa serta sastra daerah di tengah dinamika era modern.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemaparan materi dari para narasumber yang kompeten di bidang kebahasaan. I Wayan Gde Soken Bandana, Widyabasa Ahli Madya Balai Bahasa Provinsi Bali, menyampaikan materi mengenai upaya pelindungan bahasa dan sastra daerah di Provinsi Bali. Ia menjelaskan berbagai strategi yang dilakukan, mulai dari dokumentasi, revitalisasi, hingga penguatan fungsi bahasa daerah dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, I Gusti Putu Surya Angga Buana turut memperkenalkan inovasi pembelajaran bahasa Bali melalui aplikasi Parasali. Inovasi ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pembelajaran bahasa daerah yang lebih menarik, interaktif, dan relevan bagi generasi muda.
Dosen PBSI UNJ, Sintowati Rini Utami, menyampaikan bahwa kegiatan KKL ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada mahasiswa di luar ruang kelas. “Kunjungan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa terkait kondisi nyata kebahasaan di lapangan, khususnya dalam konteks pelestarian bahasa dan sastra daerah di era modern,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dan menggali informasi dari narasumber, terutama yang berkaitan dengan topik penelitian mereka. Interaksi ini diharapkan mampu memperkaya perspektif akademik sekaligus meningkatkan kepekaan mahasiswa terhadap isu-isu kebahasaan.
Sementara itu, I Wayan Gde Soken Bandana berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi mahasiswa sebagai calon pendidik dan pegiat bahasa. “Kami berharap kunjungan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelindungan, pengembangan, dan pembinaan bahasa dan sastra daerah,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga kebahasaan dalam menjaga keberlanjutan bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Sinergi tersebut dinilai krusial dalam menghadapi tantangan globalisasi yang berpotensi menggeser penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Bali terus berkomitmen untuk menjadi mitra strategis dalam penguatan literasi kebahasaan serta pelestarian bahasa dan sastra daerah di Indonesia.