
Tabanan, 7 Mei 2026 — Balai Bahasa Provinsi (BBP) Bali melaksanakan kegiatan Pengumpulan Data Pemetaan Sastra gelombang pertama di Kabupaten Tabanan pada 5—7 Mei 2026. Kegiatan yang berlokasi di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, ini difokuskan pada pendataan jenis, bentuk, sebaran, serta kondisi karya sastra di daerah pengamatan, khususnya sastra lisan yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelindungan sastra daerah melalui pendataan dan pemetaan kebinekaan sastra yang ada di Bali. Langkah tersebut dilakukan untuk mendokumentasikan kekayaan sastra lokal sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pelestarian dan pengembangan sastra daerah secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, tim BBP Bali melibatkan sepuluh narasumber yang berasal dari unsur masyarakat setempat. Para narasumber berperan aktif memberikan informasi mengenai ragam sastra lisan yang masih diwariskan secara turun-temurun, termasuk bentuk pertunjukan, fungsi sosial, konteks penyampaian, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga keberlangsungannya di tengah perkembangan zaman.
Pengumpulan data ini bertujuan untuk melakukan inventarisasi terhadap sastra lisan sebagai bagian dari warisan budaya tak benda yang memiliki nilai historis, edukatif, dan kearifan lokal. Inventarisasi tersebut diharapkan dapat menjadi pijakan dalam memastikan pelestarian nilai-nilai budaya yang terkandung dalam sastra daerah agar tidak punah dan tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Selain mendokumentasikan data kebahasaan dan kesastraan, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara BBP Bali dan masyarakat dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pelindungan sastra daerah sebagai identitas budaya. Pelibatan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan tradisi sastra lisan di Bali.
Melalui kegiatan pemetaan sastra ini, BBP Bali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian kebinekaan sastra Nusantara, khususnya di wilayah Bali. Hasil pemetaan nantinya akan menjadi bagian dari peta kebinekaan sastra yang dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam pengembangan kajian, pendidikan, serta program pelindungan sastra daerah di masa mendatang.
#BBPBali #SastraDaerah #PemetaanSastra #PelindunganSastra #PetaKebinekaan