
Denpasar, 8 Juni 2026 — Balai Bahasa Provinsi Bali (BBP Bali) menyelenggarakan kegiatan Krida Duta Bahasa: Penguatan Karakter Generasi Muda melalui Bangga Berbahasa Indonesia Berbasis Kompetensi pada Senin (8/6) di Aula Saraswati BBP Bali. Kegiatan ini diikuti oleh tiga puluh generasi muda berusia 16—30 tahun yang berasal dari sekolah, perguruan tinggi, dan organisasi di Bali. Kegiatan juga didampingi oleh enam guru pendamping serta sepuluh Duta Bahasa Provinsi Bali sebagai fasilitator.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik penulisan esai dan kaidah bahasa Indonesia dari I Ketut Angga Wijaya, penulis, jurnalis, dan editor, serta Ida Ayu Putri Adityarini, Widyabasa Ahli Pertama Balai Bahasa Provinsi Bali. Pembekalan ini bertujuan meningkatkan kompetensi berbahasa dan keterampilan menulis peserta sebagai bekal dalam menghasilkan karya yang berkualitas.
Kasubbag Umum BBP Bali, Achmad Ramadhan, menyampaikan bahwa Krida Duta Bahasa merupakan program pembinaan bahasa dan sastra yang dilaksanakan bersama Duta Bahasa Provinsi Bali untuk memperkuat literasi dan memartabatkan bahasa Indonesia. Melalui berbagai tahapan kegiatan, seperti sosialisasi, lokakarya, pendampingan, dan evaluasi, peserta dibekali kemampuan berbahasa dan menulis yang dapat mendukung produktivitas generasi muda.

Sementara itu, Kepala BBP Bali, Elis Setiati, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga martabat bahasa Indonesia. Menurutnya, Krida Duta Bahasa menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas literasi sekaligus mendorong lahirnya gagasan yang kritis, kreatif, dan reflektif terhadap berbagai persoalan kebahasaan dan kesastraan di masyarakat.
Selain itu, Elis mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dapat dimanfaatkan sebagai sumber referensi dan sarana pendukung pembelajaran. Namun, integritas, kejujuran, dan orisinalitas tetap harus menjadi landasan utama dalam berkarya dan menghasilkan gagasan.
Melalui kegiatan Krida Duta Bahasa, Balai Bahasa Provinsi Bali terus mendorong tumbuhnya generasi muda yang cakap berliterasi, bangga berbahasa Indonesia, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan bahasa dan sastra di tengah perkembangan teknologi dan dinamika masyarakat.