
Denpasar, 6 Juli 2026 – Balai Bahasa Provinsi Bali menggelar Rapat BISMA di Ruang Rapat Ganesha pada Senin (6/7) untuk membahas peluncuran inovasi Aktualisasi Karya Sastra dan Kebahasaan untuk Satuan Pendidikan Dwibahasa Bali (AKSARA DWIBALI). Rapat tersebut menjadi momentum untuk memantapkan implementasi inovasi yang mendukung transformasi layanan kebahasaan dan kesastraan berbasis digital.
AKSARA DWIBALI merupakan layanan digital yang dirancang untuk memudahkan guru, peserta didik, dan masyarakat dalam mengakses koleksi buku cerita anak dwibahasa Indonesia–Bali. Melalui platform ini, berbagai bahan bacaan dapat diakses secara lebih mudah, cepat, dan fleksibel sehingga mampu menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Dalam arahannya, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Elis Setiati, menegaskan bahwa AKSARA DWIBALI merupakan salah satu bentuk komitmen Balai Bahasa Provinsi Bali dalam mendukung transformasi layanan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurutnya, kehadiran layanan ini diharapkan mampu mengatasi berbagai keterbatasan distribusi buku cetak, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas yang memuat nilai-nilai kebahasaan, kesastraan, dan budaya Bali.
Selain menjadi sarana penyediaan bahan bacaan, AKSARA DWIBALI juga diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran di satuan pendidikan, meningkatkan budaya literasi, serta memperkuat upaya pelindungan dan pelestarian bahasa serta sastra Bali. Inovasi ini menjadi salah satu langkah strategis Balai Bahasa Provinsi Bali dalam menghadirkan layanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Melalui pengembangan layanan digital tersebut, Balai Bahasa Provinsi Bali terus berkomitmen menghadirkan inovasi yang memberikan kemudahan akses informasi dan bahan bacaan bagi masyarakat. Ke depan, AKSARA DWIBALI diharapkan menjadi media pembelajaran yang mampu memperkuat kecintaan terhadap bahasa Indonesia, bahasa Bali, serta sastra daerah sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.